Dalam dunia konstruksi, seorang arsitek bukan hanya dituntut mampu membuat gambar desain. Profesi ini memiliki standar kemampuan yang diatur secara resmi salah satunya melalui kompetensi arsitek. kompetensi inilah yang menjadi dasar penilaian dalam penyusunan portofolio, uji kompetensi, hingga penerbitan SKK Arsitek berdasarkan regulasi terbaru.
Apa Itu Arsitek
Arsitek yakni kata yang berakar dari bahasa Prancis, architecte, bahasa Latin architectus, dan bahasa Yunani arkhitekton yang memiliki arti “kepala tukang, kepala project bangunan”.
Lalu sebenarnya apa pekerjaan arsitek?
Pekerjaan arsitek mencakup perencanaan, perancangan, dan pengawasan pembangunan ruang dan bangunan agar fungsional, aman, estetis, serta sesuai dengan kebutuhan pengguna dan standar yang berlaku. Arsitek menganalisis kebutuhan klien, kondisi tapak, regulasi, dan aspek teknis sebelum menerjemahkannya ke dalam desain konsep, gambar teknis, serta spesifikasi konstruksi, sekaligus berkoordinasi dengan insinyur, kontraktor, dan pihak terkait selama proses pembangunan.
Secara luas, arsitek merupakan orang yang bekerja berencana dan membuat bangunan, khususnya dalam soal fungsionalitas, seni, dan ide. Tetapi sebenarnya, karier arsitek ialah tugas yang tidak cuman mengurus fisik bangunan, tetapi juga meliputi cakupan lebih luas seperti kompleks bangunan, kerangka perkotaan, atau wilayah.
Berdasar data Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) seperti diambil dari situs Bekraf, jumlah arsitek di Indonesia sekarang ini cuman 15 ribu orang. Jumlah ini terhitung sedikit bila dibanding warga Indonesia yang sejumlah 260 juta jiwa. Adapun keperluan pembangunan rumah dan bangunan yang tetap bertambah tiap tahunnya.
Syarat Uji Kompetensi SKK Arsitek
SKK atau SKA arsitek adalah sertifikat dibidang konstruksi yang dikeluarkan oleh LPJK bagi para arsitek untk keperluan proyek proyek pemerintah dan tender. Untuk mengikuti uji kompetensi arsitek, peserta harus memenuhi persyaratan umum berikut:
- Ijazah sesuai disiplin minimal Sarjana Arsitektur dari perguruan tinggi terakreditasi.
- Pengalaman kerja biasanya 2-8 tahun untuk SKK Ahli, tergantung jenjang yang akan diambil.
- Memiliki PPAR untuk SKK Jenjang 7 dan STRA untuk jenjang 8 dan 9.
- Dokumen administrasi
- KTP
- NPWP
- Ijazah
- surat keterangan pengalaman
- Nomor WhatsApp
Mengikuti pelatihan dan asesmen LSP berupa verifikasi dokumen, wawancara, dan praktical review.
13 Butir Kompetensi Arsitek
Berikut ini merupakan 13 kompetensi arsitek yang menjadi standar pemenuhan kualifikasi arsitek atau kualifikasi sertifikasi professional arsitek. Tiap arsitek yang ajukan sertifikat baru harus menjawab beberapa pertanyaan sekitar standar-standar ini, sebagai salah satunya bukti pengkajian dan keterkaitannya dalam tiap project yang disodorkan sebagai parameter.
1. Perancangan Arsitektur
Kekuatan hasilkan perancangan arsitektur yang penuhi ukuran seni dan syarat tehnis, dan yang mempunyai tujuan melestarikan lingkungan (Ability to create architectural designs that satisfy both aesthetic and technical requirements, and which aim to be environmentally sustainable)
2. Pengetahuan Arsitektur
Pengetahuan yang ideal mengenai riwayat dan teori arsitektur terhitung seni, tehnologi dan beberapa ilmu pengetahuan manusia (Adequate knowledge of the history and theories of architecture and terkait arts, technologies, and human sciences)
3. Pengetahuan Seni
Pengetahuan mengenai seni rupa dan dampaknya pada kualitas perancangan arsitektur (Knowledge of the fine arts as an influence on the quality of architectural design)
4. Perencanaan dan Perancangan Kota
Pengetahuan yang ideal mengenai perancanaan dan perancangan kota dan keterampilan yang diperlukan pada proses perancanaan itu (Adequate knowledge on urban desain, rencana, and the skills involved in the rencana process)
5. Hubungan antara Manusia, Bangunan dan Lingkungan
Pahami jalinan di antara manusia dan bangunan gedung dan di antara bangunan gedung dan lingkungannya, pahami keutamaan menyangkutkan ruang-ruang yang tercipta antara manusia, bangunan gedung dan lingkungannya itu untuk keperluan manusia dan rasio manusia (Understanding of the relationship between people and buildings and between buildings and their environments, and of the need to relate spaces between them to human needs and scale.)
6. Pengetahuan Daya Dukung Lingkungan
Kuasai pengetahuan yang ideal mengenai langkah hasilkan perancangan yang sama sesuai daya bantu lingkungan (An adequate knowledge of the means of achieving environmentally sustainable desain.)
7. Peran Arsitek di Masyarakat
Pahami faktor keprofesian dalam sektor Arsitektur dan mengetahui peranan arsitek dalam masyarakat, terutamanya dalam pengaturan rangka referensi kerja yang mempertimbangkan beberapa faktor sosial (Understanding of the profession of architecture and the role of architects in society, in particular in preparing briefs that akun for social faktors)
8. Persiapan Pekerjaan Perancangan
Pahami sistem pencarian dan persiapan program perancangan untuk suatu project perancangan (Understanding of the metodes of investigation and preparation of the brief for a desain proyek.)
9. Pengertian Masalah Antar-Disiplin
Pahami persoalan susunan, konstruksi dan eksperimen yang terkait dengan perancangan bangunan gedung (Understanding of the structural desain, construction, and engineering problems associated with building desain.)
10. Pengetahuan Fisik dan Fisika Bangunan
Kuasai pengetahuan yang ideal berkenaan persoalan fisik dan fisika, tehnologi dan peranan bangunan gedung hingga bisa lengkapinya dengan keadaan intern yang memberikan kenyamanan dan pelindungan pada cuaca di tempat (Adequate knowledge of physical problems and technologies and of the function of buildings so as to provide them with intern conditions of comfort and protection against climate.)
11. Penerapan Batasan Anggaran dan Peraturan Bangunan
Kuasai ketrampilan yang dibutuhkan untuk penuhi syarat faksi pemakai bangunan gedung dalam bentang-kendala ongkos pembangunan dan ketentuan bangunan (Necessary desain skills to meet building users requirements within the constraints imposed by biaya faktors and buildign regulations.)
12. Pengetahuan Industri Kontruksi dalam Perencanaan
Kuasai pengetahuan yang ideal mengenai industri, organisasi, ketentuan dan tata-cara yang terkait dengan proses penafsiran ide perancangan jadi bangunan gedung dan proses mempadukan pengaturan denah-denahnya jadi sebuah rencana yang lengkap (Adequate knowledge of the industries, organizations, regulations, and procedures involved in translating desain concepts into buildings and integrating plans into overall rencana.)
13. Pengetahuan Manajemen Proyek
Kuasai pengetahuan yang ideal berkenaan permodalan project, management project dan pengaturan ongkos pembangunan (Adequate knowledge of proyek financing, proyek manajemen and biaya kontrol.)
Profesi arsitek menuntut keahlian yang terukur. Melalui 13 butir kompetensi arsitek, setiap tenaga ahli dapat menunjukkan kemampuan secara profesional sekaligus mendapatkan pengakuan resmi melalui SKK. Jika Anda sedang menyiapkan proses uji kompetensi arsitek, pastikan portofolio dan dokumen sesuai jenjang yang akan diambil.
Jika Anda membutuhkan bantuan dalam proses penyusunan portofolio, konsultasi berkas, atau ingin mengurus SKK Arsitek sesuai jenjang yang Anda butuhkan, tim kami siap membantu dari awal hingga terbit.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan kompetensi arsitek?
Kompetensi arsitek adalah standar kemampuan dan pengetahuan yang wajib dimiliki seorang arsitek untuk menjalankan profesinya secara profesional. Standar ini digunakan sebagai dasar penilaian dalam uji kompetensi dan penerbitan SKK Arsitek.
Apakah SKK Arsitek harus memiliki PPAR atau STRA?
Untuk jenjang tertentu, seperti SKK Jenjang 7 wajib memiliki PPAR dan jenjang 8 hingga 9 diwajibkan STRA, sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah arsitek fresh graduate bisa mengajukan SKK?
Arsitek lulusan baru bisa proses SKK Arsitek tapi di jenjang 6 kebawah. karena untuk mengajukan SKK jenjang ahli masih memerlukan pengalaman kerja sesuai persyaratan jenjang.













