Hotline 24/7 0813 6483 2145

Cara Mengurus SKA dan SKT LPJK

Cara Mengurus SKA dan SKT LPJK

Cara Mengurus SKA dan SKT masih menjadi topik yang banyak dicari, meskipun pemerintah melalui LPJK telah mengubah kebijakan dengan menggantikan SKA dan SKT menjadi SKK (Sertifikat Kompetensi Kerja). Hal ini karena SKA dan SKT merupakan dasar transisi menuju sistem SKK.

Oleh sebab itu, artikel ini tetap membahas Cara Mengurus SKA dan SKT secara lengkap, sekaligus dilengkapi informasi terbaru terkait peraturan SKK yang berlaku saat ini.

Apa Itu SKA dan SKT

Secara umum, SKA (Sertifikat Keahlian Kerja) adalah sertifikat resmi yang menjadi bukti bahwa seorang tenaga ahli memiliki kemampuan profesional dalam bidang konstruksi. Pemegang SKA berhak ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT) atau Penanggung Jawab Sub Klasifikasi (PJSK) dalam sebuah badan usaha.

Lalu, Apa itu SKT ? SKT (Sertifikat Keterampilan Kerja) adalah sertifikat yang diberikan kepada tenaga terampil. Sertifikat ini dibutuhkan agar seseorang dapat ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT), khususnya dalam pekerjaan yang memerlukan keterampilan teknis di lapangan.

Kedua sertifikat ini historisnya diterbitkan oleh LPJK melalui asosiasi profesi konstruksi yang telah terakreditasi. Namun sejak diberlakukannya regulasi terbaru, SKA dan SKT resmi digantikan dengan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi.

LPJK adalah Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi, merupakan lembaga di bawah kementerian PUPR yang mengurus semua hal yang berkaitan dengan pengembangan jasa konstruksi, termasuk di dalam nya cara mengurus SKA dan SKT, begitulah pengertian dari LPJK SKA.

Meskipun begitu, banyak tenaga kerja yang masih mencari cara mengurus SKA dan SKT karena istilah tersebut masih sering digunakan dalam proses pencarian informasi.

Baik SKA, SKT, maupun SKK tetap memiliki satu fungsi utama: memastikan bahwa tenaga ahli dan tenaga terampil konstruksi memiliki kompetensi sesuai standar industri.

Syarat Pembuatan SKA dan SKT

Untuk mengetahui cara mengurus SKA dan SKT, Anda perlu memahami syarat dokumen yang diperlukan untuk syarat membuat SKT. Berikut syarat yang dibutuhkan untuk proses SKA dan SKT: 

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi ijazah
  • Pas foto berwarna ukuran 3Γ—4 
  • Referensi pengalaman kerja yang relevan dengan sub bidang yang di proses
  • Nomor WhatsApp

Dalam praktiknya, banyak tenaga konstruksi memanfaatkan jasa SKA SKT untuk membantu proses pembuatan sertifikat agar lebih mudah dan tidak memakan waktu, dalam proses pembuatan SKA lPJK tersebut, seperti cara mendapatkan ska teknik sipil ada kalanya membutuhkan bantuan konsultan sertifikasi dalam pemenuhan syaratnya.

Bagi Anda yang sedang mencari informasi tentang syarat membuat SKT, daftar di atas dapat menjadi acuan lengkap untuk mempersiapkan dokumen sebelum proses pengajuan.

Bagaimana Cara Membuat SKA dan SKT?

Untuk mengetahui lebih jelas cara mengurus SKA dan SKT, perlu dipahami bahwa SKA dahulu diterbitkan oleh asosiasi profesi jasa konstruksi yang telah terakreditasi LPJK. Sertifikat ini juga menjadi syarat wajib bagi badan usaha yang ingin mengurus SBU (Sertifikat Badan Usaha).

PJT dan PJSK wajib memiliki SKA agar dapat tercatat sebagai tenaga ahli perusahaan, hal tersebut mengharuskan perusahaan dan tenaga terampil konstruksi untuk mengetahui cara buat SKT atau cara membuat SKT, dikarenakan sejauh ini masih banyak pekerja konstruksi yang bingung perihal cara bikin SKT dan cara mengurus SKT.

Cara mendapatkan SKA dan SKT umumnya melalui tahapan berikut:

  1. Mengisi formulir dan melengkapi semua berkas persyaratan.
  2. Mengikuti proses verifikasi dokumen oleh asosiasi.
  3. Jika diperlukan, mengikuti wawancara atau uji kompetensi.
  4. Menunggu proses penerbitan sertifikat.

Saat ini, seluruh proses tersebut telah disederhanakan melalui sistem SKK berbasis digital, termasuk didalam nya cara membuat SKT dan syarat pembuatan SKT. Namun, pengetahuan mengenai cara mengurus SKA tetap relevan sebagai dasar memahami mekanisme sertifikasi konstruksi di Indonesia.

Cara Mengurus SKA dan SKT Secara Online

Perkembangan teknologi membuat cara mengurus SKA dan SKT semakin mudah. Banyak jasa SKA SKT yang menyediakan layanan online sehingga pemohon tidak perlu datang langsung ke kantor asosiasi.

Berikut langkah-langkah cara mengurus SKA dan SKT secara online melalui jasa layanan.

  1. Mengisi formulir pendaftaran online
    Pendaftaran dapat dilakukan melalui website resmi penyedia jasa, email, WhatsApp, atau media komunikasi lainnya.
  2. Mengirimkan berkas persyaratan
    Semua dokumen seperti KTP, ijazah, pas foto, NPWP (untuk SKA), dan CV dapat dikirimkan dalam bentuk scan berwarna.
  3. Konfirmasi proses dan rincian biaya
    Penyedia jasa akan menghubungi Anda untuk menjelaskan biaya yang diperlukan serta estimasi waktu proses pengurusan.
  4. Proses pembuatan sertifikat
    Semua data akan diverifikasi dan diproses hingga SKA atau SKT terdaftar pada sistem LPJK.
  5. Pengiriman hasil sertifikat
    Sebelum dokumen fisik dikirim, biasanya pemohon akan menerima scan SKA atau SKT yang sudah aktif. Setelah itu dokumen fisik akan dikirim melalui jasa pengiriman.

Ciri sertifikat asli adalah adanya QR code yang dapat dipindai untuk mengecek keabsahan data pada sistem LPJK.

Informasi Terbaru Mengenai SKA dan SKT Digantikan SKK

Berdasarkan regulasi LPJK terbaru, SKA dan SKT resmi digantikan oleh SKK (Sertifikat Kompetensi Kerja). SKK menggunakan sistem penilaian berbasis level kompetensi dan diterbitkan melalui LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang terlisensi BNSP.

Beberapa poin penting perubahan:

  • SKA/SKT yang sekarang berubah menjadi SKK.
  • Sistem penerbitan langsung melalui LSP, bukan lagi asosiasi.
  • Proses lebih cepat dan lebih terpusat.
  • Tetap wajib dimiliki untuk pengurusan SBU dan tender proyek konstruksi.
  • Penambahan sub bidang yang lebih rinci dan dan disesuaikan dengan perkembangan lapangan pekerjaan konstruksi serta kebutuhan spesialisasi terbaru.

Meskipun demikian, hingga kini masih banyak tenaga konstruksi yang mencari referensi tentang cara mengurus SKA dan SKT karena istilah ini masih digunakan secara umum dan berkaitan erat dengan proses sebelum transisi ke SKK.

Dengan menggunakan jasa SKA SKT atau jasa pengurusan SKK yang profesional, proses pembuatan sertifikat kompetensi dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan minim kendala. Sertifikat kompetensi yang sah akan membantu Anda memenuhi persyaratan proyek maupun kebutuhan administrasi di bidang konstruksi.

FAQ

Apakah SKA dan SKT masih berlaku saat ini?

Secara regulasi terbaru, SKA dan SKT telah digantikan oleh SKK (Sertifikat Kompetensi Kerja). Namun, istilah SKA dan SKT masih banyak digunakan dan dicari sebagai bagian dari proses transisi menuju SKK.

Apa perbedaan SKA, SKT, dan SKK?

SKA dan SKT adalah sistem sertifikasi lama yang diterbitkan melalui asosiasi, sedangkan SKK adalah sertifikat kompetensi terbaru yang diterbitkan oleh LSP terlisensi BNSP dengan sistem level kompetensi.

Apakah SKA dan SKT masih bisa digunakan untuk tender proyek?

Saat ini, yang diakui secara resmi adalah SKK. Namun pemahaman tentang SKA dan SKT tetap penting karena berkaitan langsung dengan sistem sertifikasi yang berlaku sebelumnya.

βœ•
Diskon 13%
Bingung Cari Tenaga Ahli?
PROSES SBU
TERIMA BERES!
⚠️ Penawaran Terbatas!

Solusi legalitas konstruksi terpercaya hanya di skaskt.co.id. Cepat, Transparan & Bergaransi.

3 TAHUN AMAN
PEMAKAIAN TENAGA AHLI
HUBUNGI KAMI SEKARANG